UNTUK SAHABAT


.



Sahabat adalah seseorang yang aku jadikan ia sebagai sandaran bagi rapuhnya jiwa. Setiap saat ia siap menampung segala kesah dan segala derita, yang setiap saat ia tak pernah lelah mengajari aku tentang keindahan, tentang pengorbanan,dan tentang apa saja yang kemudian membuat aku paham akan makna kehidupan.
Yang setiap saat ia membantuku menuju jalan cahaya. Seharusnya persahabatan tak pernah mengenal usia, tak mengenal ruang dan suasana ,tak mengenal dimensi berbeda dari sebuah tema, tak mengenal jingga, tak mengenal air mata.
Persahabatan adalah memori kehidupan yang sampai kapanpun takkan pudar oleh amnesia.Ia hidup dan terus menyala . Namun terkadang ikatan persahabatan harus dipisahkan oleh sebuah peristiwa yang tidak di harapkan.

Sahabat itu seperti bintang di langit,walau jauh dia tetap bercahaya , meski kadang menghilang tapi tetap ada, tak mungkin di miliki juga tak bisa di lepaskan, dan akan slalu ada di hati.
Sahabat lebih dari sekedar seseorang dia adalah naungan saat kita merasa sendiri,membuat kita selalu berarti, sahabat lebih dari sekedar sesuatu dia adalah penghibur di saat kita sepi menjadikan kita selalu tersenyum.
Sahabat adalah bulan dimalam hari. Walaupun Cuma sendiri tapi dia mampu menerangi malam hingga fajar. Dia selalu redup saat semua telah terlarut. Meninggalakan impian kosong dan angan-angan.
Sahabat itu seperti lilin yang rela habis terbakar demi terang dan sahabat juga seperti jarum jam yang setia berputar walau siang dan malam, meski gelap ataupun terang.
Sahabat adalah obat disaat kita memberi tak mengharapkan balasan selalu jaga perasaan,ada canda dalam kebersamaan, ada senyum dalam pertemuan dan ada rindu saat berjauhan.
Seberapa besar arti persahabatan, aku menjawab, seujung kuku, Karena seberapapun kuku di potong , dia akan tumbuh terus sampai ujung usia kita.
Terima kasih banyak buat kalian para sahabat-sahabat ku yang telah melengkapi hidupku..

Your Reply